
Pentingnya Waktu dan Tempat
- Praktik sufi bag 8Tempat dan waktu sangatlah berpengaruh bagi praktik sufi
karena perbedaan tempat dan waktu akan menentukan
kondisi setempat
Guru spiritual sangat mementingkan tempat dan waktu yang khusus untuk meditasi, doa, dan praktik- praktik spiritual lainnya. Ada tempat-tempat tertentu yang mempunyai sifat-sifat alamiah yang dipengaruhi, misalnya, oleh medan magnet listrik dan kedekatan kepada bukit-bukit granit, sungai, atau sumber air lainnya. Ada banyak tempat di muka bumi ini di mana orang merasakan adanya daya tarik untuk berada disana. Juga ada tempat-tempat yang berdaya tolak, seperti, misalnya, dekat jalur listrik tegangan tinggi, yang menghalau kebanyakan hewan yang dapat merasakan getaran buruknya sehingga menjauhi pencemaran semacam itu, tidak seperti kebanyakan manusia yang tidak sepeka hewan.
Jelaslah, setiap tempat mempunyai energi atau ekosistem tertentu. Ada tempat-tempat tertentu di muka bumi yang mempunyai konsentrasi energi yang tinggi, seperti Mekah, Madinah, Yerusalem, dan makam para nabi zaman dahulu serta para wali, para syekh dan pemimpin spiritual, ke mana orang tertarik secara konstan. Apabila seseorang mengunjungi tempat-tempat itu, ia merasa bahwa suatu peristiwa besar pernah terjadi di sana, dan perasaan ini sering membantu dalam menyembuhkan hati dan meninggikan tingkat spiritual seseorang. Tempat-tempat itu banyak membantu apabila seseorang dibimbing dan dipersiapkan untuk mengangkat keadaannya.
Komentar yang sama juga berlaku pada waktu. Ada suatu hubungan penting, walaupun tak kentara, antara waktu dan musim yang berubah-ubah, fase-fase bulan, fluktuasi suhu, dan kondisi-kondisi perubahan lain yang berkaitan dengan waktu. Tak diragukan bahwa ada tendensi dan kecenderungan dalam lingkungan kosmik berkenaan dengan energi positif dan negatif yang mempengaruhi iklim bumi secara fisik maupun spiritual pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, tidak diketahui pada malam tertentu mana di bulan Ramadan terdapat lailatul qadr, tetapi menurut tradisi malam itu adalah tanggal 21 atau 23 atau 25 atau 27 atau 29 bulan Ramadan. Pada malam itu seakan-akan semua kekuatan kosmik yang sesuai terfokus bersama-sama dan diperbesar, dan seakan-akan tak ada katup spiritual di "langit" serta jauh lebih kondusif untuk duduk bermeditasi. Dzikrullah dan berjaga malam pada waktu seperti itu, di tempat seperti Mekah atau Madinah atau di makam seorang syekh sufi, lebih efektif daripada di waktu dan tempat lain.
Maka pengetahuan tentang waktu dan tempat merupakan bantuan penting ketika mengikuti praktik- praktik spiritual. Misalnya, dikatakan bahwa sepertiga malam bagian akhir, sebelum fajar, adalah salah satu waktu terbaik untuk zikir kepada Allah dan berdoa, dan bahwa tempat yang terbaik untuk praktik-praktik semacam itu adalah tempat yang bersih dan bebas dari perbuatan batil. Namun, apabila seseorang telah bertekad dan terbimbing dengan baik maka tempat dan waktu kurang penting baginya. Ketika Imam Ali ditanya, "Hari apa saja dalam setahun yang buruk?" ia menjawab, 'Janganlah menjadi musuh dari hari maka tak ada hari yang akan menjadi musuh Anda." Dari puncak tinggi kedudukan spiritualnya, ia tidak membeda-bedakan atau melihat perbedaan antara hari baik dan hari buruk. la semata-mata hanya menyaksikan rahmat dan cinta Allah sepanjang waktu, di mana pun, walaupun ia berada dalam keadaan sedang ditetak oleh pedang pembunuh ketika sujud di hadapan Allah Yang Maha Esa, yang melampaui waktu dan tempat.
Imam yang sudah tercerahkan melihat seluruh kosmos dalam hatinya. la memandang hatinya sebagai rumah suci penyembahan kepada Allah di pusat kosmos. la melihat jejak-jejak Allah pada setiap waktu. Namun, bagi orang awam, dalam urusan spiritual, nampak seakan-akan Allah lebih hadir pada waktu-waktu tertentu dan di tempat-tempat tertentu ketimbang di waktu atau tempat lain.
Tujuan akhir dari semua praktik sufi yang sejati ialah menyadari hakikat-hakikat yang tak terbatas ketika hakikat terungkap dengan caranya sendiri yang alami di dalam setiap hati. Percikan-percikan cahaya yang memancar dari dalam tak terhitung banyaknya dan tak terbatas dalam kombinasi dan perubahannya, meliputi segala sifat, namun hakikatnya adalah satu. Sufi sejati tak akan berhenti sampai ia mapan dalam pengetahuan tentang hakikat, dan apabila ini terjadi, semua cahaya, manifestasi dan sifat-sifat mulia lainnya memudar dalam gemerlapnya cahaya kebangunan batin.
Leia Mais...
 Tujuan Praktik Sufi - Praktik sufi bag 5Praktik - praktik yang dilakukan untuk kemajuan islam Tujuan utama dari praktik-praktik sufi adalah pemulihan keutuhan diri manusia. Oleh karena itu para syekh sufi memberikan obat yang berbeda-beda kepada para pengikutnya dalam bentuk berbagai jenis praktik dengan intensitas yang berlainan sesuai dengan jenis penyakit yang diobati. Ternyata setiap tarekat sufi mempunyai doa khususnya sendiri, wirid dan zikirnya sendiri, dan upacara serta metode duduk dan berdirinya sendiri. Sebagaimana praktik-praktik yang djlakukan secara kolektif, guru sufi sering memberikan obat khusus bagi individu tertentu, misalnya, apabila salah seseorang muridnya sakit atau membutuhkan pengobatan khusus, seperti periode jaga malam atau bangun malam yang padat. Apa pun perbedaan mereka yang nampak, satu unsur yang umum kita dapati pada semua tarekat ialah hubungan yang mendalam antara syekh sufi dengan muridnya. Hubungan itu didasarkan pada kepercayaan, cinta dan ketaatan kepada si syekh. Dikatakan bahwa pengikut terbaik itu bagaikan kain lap di tangan tukang cuci. Melalui kepasrahan dan ketaatan seperti itulah maka makna ajaran sang guru itu terserap dengan cepat. Kita dapati pula dalam banyak lingkungan tarekat bahwa karena cinta dan hormat kepada gurunya, para pengikut bahkan meniru kebiasaan lahiriah dan pakaian guru mereka. Namun, kadang-kadang peniruan ini dilakukan secara ekstrem sehingga kehilangan maknanya dan lebih menjadi tiruan lahiriah yang kosong, yang tak ada manfaatnya, ketimbang menjadi tanda kesatuan atas dasar kesamaan satu sama lain. Suatu contoh dari peniruan ekstrem ini nampak dalam kasus seorang guru yang, karena kondisi giginya yang buruk, kalau makan selalu bunyi mencapak-capak. Para muridnya, tanpa menyelidiki alasan dari kebiasaan itu, dengan bodoh menirunya. Imam Ja'far Shadiq tak pernah menggunakan siwak untuk membersihkan gigi-nya selama tahun-tahun terakhir hidupnya. Beberapa pengikutnya berpikir bahwa ia telah menemukan cara baru untuk memelihara kebersihan gigi tanpa menggunakan siwak, walaupun ini suatu kebiasaan yang disenangi Nabi Muhammad, dan yang ingin ditiru oleh semua pengikutnya. Imam Ja'far mengatakan kepada mereka bahwa giginya telah demikian lemah sehingga apabila ia menggunakan siwak, maka akan lebih rusak. Yang penting ialah hubungan antara guru dan murid, karena dengan begitu keadaan si murid akan terangkat ke keadaan si guru. Perhatian utama seorang sufi ialah bagaimana terlepas dari hal-hal fana yang menghalangi seseorang dari kemajuan spiritual. Agar seseorang tidak terus dihalangi oleh aspek kehidupan duniawi, ia memerlukan suatu cara untuk mengalihkan pikiran dari memikirkan hal-hal duniawi itu. Berbagai doa, maupun perhatian yang terkonsentrasi yang hanya diarahkan kepada satu asma atau sifat Ilahi tertentu, atau bentuk zikir lainnya yang sesuai, dapat menyempitkan proses pemikiran dan menyalurkan energi. Jelaslah, mengulang-ulang suatu bunyi khusus dapat membantu usaha mencapai pemusatan ke satu titik. Praktik pemusatan ke satu titik itulah yang memungkinkan seseorang untuk tidak begitu terganggu perhatiannya. Pemusatan ke satu titik adalah suatu keadaan yang demikian didambakan oleh manusia sehingga kita dapati banyak kegiatan rekreasi, hobi, olah raga, dan tentu saja semua usaha ilmiah dan penelitian, terpusat padanya. Dengan mengikuti gerakan bola golf, perhatian orang tidak terganggu oleh peristiwa lain di sekitarnya sehingga pikirannya tidak langsung bingung dan ruwet. Demikian pula, apabila seorang sufi mengulang-ulang kalimat la ilaha illallah, yang berati "tak ada tuhan selain Allah", maka pikirannya secara berangsur-angsur disapu bersih. Komputer pikirannya dibersihkan. Pikiran manusia cocok benar bila dipanggil untuk berurusan dengan hal-hal yang besifat alami, kausal atau eksistensial. Sebab persoalan tersebut sangat kondusif untuk pemikiran rasional atau logis dan harus bebas dari berbagai pertimbangan psikologis atau emosional yang berlebihan, yang cenderung memacetkannya. Jadi, tujuan dari mengingat Allah (zikir) ialah untuk membersihkan pikiran secara psikologis. Yakni membebaskannya dari doktrin serta membersihkan filter-filternya. Ada macam-macam bentuk zikir untuk jenis penyakit, orang, keadaan, waktu, dan kondisi yang berbeda-beda. Sebagai sarana untuk sampai kepada konsentrasi tunggal, penyebutan sifat-sifat Allah adalah penting. Sifat-sifat seperti ar-Rahman (Penyayang) , ash-Shabur (Sabar) , al-Khaliq (Pencipta) , ar-Razaq (Pemberi Rezeki) , al-Lathif(Maha halus), al-Wadud (Cinta), as-Salam (Damai), dan seterusnya, secara berulang-ulang disebut dan diseru, sesuai dengan kebutuhan dan keadaan seseorang. Kata Allah yang menunjukkan esensi realitas juga sering disebut-sebut Kedua sifat, Yang Hidup dan Yang Abadi ( al-Hayyu al-Qayyum), bunyinya sangat mirip dengan seruan AUM dalam bahasa Sansakerta ketika disebutkan berbarengan. Tak diragukan bahwa mengalunkan asma dan sifat-sifat Ilahi ini sangat banyak menolong dalam menimbulkan keadaan terpusat dan tenteram pikiran yang didambakan. praktik-praktik dan zikir ini membantu semua level, tetapi sebaiknya dilakukan oleh guru spiritual. Memungut secara sembarangan dan mengulang-ulang beberapa zikir atau praktik sufi yang pernah dibaca atau didengar, bisa saja mendatangkan efek-efek yang bermanfaat, tetapi tidak bernilai langgeng. Lagi pula tak ada pengganti bagi kearifan dan pengetahuan serta pendampingan dari seorang guro spiritual yang sebenarnya. Ada cerita tentang seorang kolektor barang antik yang menemukan sebuah naskah kuno dalam bahasa Arab. Di dalamnya terdapat resep untuk mengobati berbagai penyakit lever. di antara petunjuknya menyatakan bahwa seekor ular hitam harus digiling dan dicampur dengan ramuan-ramuan lainnya. Maka si kolektor barang antik itu mencari ular hitam, meracik obatnya, lalu menunggu orang kaya yang menderita penyakit hati. Ketika seorang pangeran muda terkena hepatitis, dokter yang mengangkat diri sendiri itu segera ke istana raja dengan ramuan rahasianya. Dalam satu hari pangeran itu mati dan si kolektor barang antik pun dipenjarakan seumur hidup. Bagi orang awam, kata ular dan benih dalam bahasa Arab nampak sama, karena tertulis hampir secara identik kecuali tidak adanya satu titik. yang sangat penting adalah bahwa resep itu harus datang dari orang yang tepat Guru spiritual yang sejati, apabila ia baik, ikhlas dan dalam ketundukan, akan memberikan kepada muridnya obat yang spesifik dengan cara yang spesifik. Kira-kira seperti menginstruksikan kepada seseorang tentang di mana mendapatkan harta terpendam. Pengarahan yang tepat dan jumlah langkah yang tepat yang harus dilakukan mutlak harus diikuti; kalau tidak maka pencari yang penuh gairah tetapi sembrono mungkin memutuskan untuk menambah sendiri beberapa langkah dan sama sekali gagal mendapatkan harta itu. Pendekatan yang sama berlaku pada instruksi-instruksi yang diberikan oleh guru spiritual mengenai berbagai bentuk zikir, salat, dan doa. Adakalanya, kita mendapat resep spiritual dari orang yang tak memenuhi syarat dan percaya takhayul dengan maksud baik, tetapi hasilnya tidak efektif atau hanya berlangsung sementara. Tetapi, tak diragukan bahwa setiap meditasi atau pujian kepada Tuhan dan zikir itu secara spiritual bermanfaat Kira-kira seperti meminum tonikum umum yang menolong setiap orang, apa pun keluhannya. Namun, dalam hal penyakit yang akut atau khronis, tonikum hanya membawa kelegaan sementara dan terbatas, dan pelayanan seorang dokter yang cakap diperlukan. Berbagai bentuk zikrullah dari setiap tarekat sufi adalah bermanfaat. Setiap zikir yang datang dari guru spiritual sejati membawa manfaat, sekalipun tidak diresepkan khusus bagi orang yang melakukannya, tetapi bilamana suatu bentuk zikrullah diresepkan oleh guru rohani secara individual, dan disalurkan dari hati ke hati, maka suatu langkah efektif ke arah kebebasan telah ditempuh. back
Leia Mais...
|